Tiga Mahasiswa Unesa Raih Juara Favorit Nasional

Mahasiswa Unesa tak hentinya torehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini giliran mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Mereka menamai diri sebagai tim Mathnesa 17. Tim yang diketuai oleh Erisca Lusy Rusdianti dan beranggotakan Zuhadur Rais A. P. dan Haqqi Hidayatullah ini berhasil menjadi Juara Favorit Media Pembelajaran Nasional dalam Lomba Media Pembelajaran 2020 di Universitas Negeri Makassar. Dalam perlombaan tersebut, tim Mathnesa 17 berkompetisi dengan 25 tim dari 13 PTN/PTS seperti, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Sebelas Maret, Universitas Pendidikan Indonesia, dan sebagainya.

Dibawah bimbingan Dra. Atik Wintarti, M.Kom., salah satu dosen Matematika FMIPA, tim Mathnesa 17 membuat inovasi untuk mempermudah pembelajaran konsep geometri terutama dimensi tiga. Menurut Erisca, siswa masih kesulitan dalam mempresentasikan unsur-unsur dimensi tiga, sehingga tim ini tertarik untuk mengembangkan media pembelajaran terkait materi geometri dengan nama “3D-Geometry”.

3D-Geometry.apk merupakan media pembelajaran virtual berbasis android yang dirancang menggunakan kombinasi aplikasi Microsoft Office Power Point dan I-Spring yang kemudian dikonvert untuk menjadi aplikasi berbasis android menggunakan aplikasi web2apk. Latar belakang diberi nama 3D-Geometry karena dalam aplikasi tersebut memuat penjelasan dan penjabaran materi dimensi tiga secara berkelanjutan. 3D-Geometry diharapkan dapat membantu siswa maupun guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Erisca juga menuturkan jika pembuatan media pembelajaran 3D-Geometry dilakukan lebih kurang selama dua minggu.

“Merasa bangga bisa menjadi salah satu mahasiswa yang mengharumkan nama Unesa di jenjang nasional,” ungkap Zuhad. Tim Mathnesa 17 tersebut tidak hanya mengikuti satu perlombaan saja, tim tersebut sempat beberapa kali mengikuti perlombaan sebelum akhirnya menjadi juara, seperti perlombaan di Universitas Negeri Semarang, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Pendidikan Ganesha, dan yang terakhir Universitas Negeri Makassar. “Semua pernah merasakan gugup dan takut saat melakukan pertama kalinya, but god always wiht us. Berusahalah memberikan yang terbaik untuk almamater ini,” Ujar Haqqi. (Aida/ay)

               

               

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *