Sponsorship Dan Mitra Organisasi

Apasih sponsor itu? Apasih sponsorship itu? Apasih fungsinya sponsorship itu?

Jadi sponsor adalah Orang atau perusahaan yang mendukung suatu kegiatan

Sponsorship adalah Dukungan finansial atau materi pendukung kepada suatu organisasi, orang, atau aktivitas yang dipertukarkan dengan publisitas merek dalam suatu hubungan kerjasama.

Fungsi sponsorship sendiri yaitu untuk mendukung berjalannya suatu acara, maka dari itu sangatlah penting sponsorship dalam suatu organisasi. Karena dengan adanya sponsorship suatu organisasi dapat mendapatkan dukungan dari segi financial maupun non financial.

Ada du acara untuk menggaet spnsor yaitu kita harus punya tools dan communication, tools yang harus disiapkan yaitu proposal sponsor tanpa adanya proposal kita tidak bisa melakukan kerjasama, proposal sponsor harus dibuat semenarik mungkin, tidak seperti proposal acara pada umumnya. Sedangkan communication yaitu, kita harus punya kemampuan berkomunikasi yang baik, agar dapat menyakinkan .pihak sponsor agar bisa mendukung acara kita.

Bagaimanakah Cara Bernegosiasi Yang Baik ?

  1. Menjalin hubungan yang baik
  2. Penampilan menarik
  3. Pahami bahan materi
  4. Ketahui tujuan pihak kedua dalam bernegoisasi
  5. Obyektif terhadap pihak yang bersangkutan
  6. Siapkan alternative terbaik
  7. Dapat mengedalikan emosi
  8. Berwawasan yang luas

Kemitraan pada esensinya adalah dikenal dengan istilah gotong royong atau kerjasama dari berbagai pihak, baik secara individual maupun kelompok.Menurut Notoatmodjo (2003), kemitraan adalah suatu kerja sama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu.

Prinsip Kemitraan

Terdapat 3 prinsip kunci yang perlu dipahami dalam membangun suatu kemitraan oleh masing-masing naggota kemitraan yaitu:
1.  Prinsip Kesetaraan (Equity)                                                                                          Individu, organisasi atau institusi yang telah bersedia menjalin kemitraan harus merasa sama   atau sejajar kedudukannya dengan yang lain dalam mencapai tujuan yang disepakati.

2. Prinsip Keterbukaan
Keterbukaan terhadap kekurangan atau kelemahan masing-masing anggota serta berbagai sumber daya yang dimiliki. Semua itu harus diketahui oleh anggota lain. Keterbukaan ada sejak awal dijalinnya kemitraan sampai berakhirnya kegiatan. Dengan saling keterbukaan ini akan menimbulkan saling melengkapi dan saling membantu diantara golongan (mitra).

3. Prinsip Azas manfaat bersama (mutual benefit)
Individu, organisasi atau institusi yang telah menjalin kemitraan memperoleh manfaat dari kemitraan yang terjalin sesuai dengan kontribusi masing-masing. Kegiatan atau pekerjaan akan menjadi efisien dan efektif bila dilakukan bersama. (Ditjen P2L & PM, 2004)

Tujuan Kemitraan

Tujuan kemitraan adalah untuk meningkatkan kemitraan, kesinambungan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya kelompok mitra, peningkatan skala
usaha serta menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan kelompok usaha mandiri (Sumardjo, 2004) Menurut (Martodireso dan Widada, 2001) kemitraan usaha bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, kesinambungan usaha, kuantitas produksi, kualitas produksi, meningkatkan kualitas kelompok mitra, peningkatan usaha dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kelompok mitra mandiri.

Langkah-langkah Kemitraan

Kemitraan memberikan nilai tambah kekuatan kepada masing-masing sektor untuk melaksanakan visi dan misinya. Namun kemitraan juga merupakan suatu pendekatan yang memerlukan persyaratan, untuk itu diperlukan langkah- langkah tahapan sebagai berikut:

  1. Pengenalan masalah
  2. Seleksi masalah
  3. Melakukan identifikasi calon mitra dan pelaku potensial melalui surat- menyurat, telepon, kirim brosur, rencana kegiatan, visi, misi, AD/ART.
  4. Melakukan identifikasi peran mitra/jaringan kerjasama antar sesama mitra dalam upaya mencapai tujuan, melalui: diskusi, forum pertemuan, kunjungan kedua belah pihak, dll
  5. Menumbuhkan kesepakatan yang menyangkut bentuk kemitraan, tujuan dan tanggung jawab, penetapan rumusan kegiatan memadukan sumberdaya yang tersedia di masing-masing mitra kerja, dll. Kalau ini sudah ditetapkan, maka setiap pihak terbuka kesempatan untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang lebih bervariasi sepanjang masih dalam lingkup kesepakatan.
  6. Menyusun rencana kerja: pembuatan POA penyusunan rencana kerja dan jadwal kegiatan, pengaturan peran, tugas dan tanggung jawab
  7. Melaksanakan kegiatan terpadu: menerapkan kegiatan sesuai yang telah disepakati bersama melalui kegiatan, bantuan teknis, laporan berkala, dll.
  8. Pemantauan dan evaluasi

Dalam Suatu Organisasi , Pengetahuan akan Sponsorship sangat penting sekali, guna menjalin relasi dengan pihak eksternal juga untuk menambah pemasukan organisasi dalam menjalankan kegiatannya, salah satu contohnya adalah di BEM FMIPA UNESA 2020 ini, terdapat Biro Khusus yang menangani Sponsorship yaitu Biro Umum, dimana secara teknis lapangannya akan dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Sponsorship dan Kemitraan , Berikut penjabaran Tugas Pokok dan Fungsinya.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

 Staf Bidang Sponshorship dan Kemitraan

  • Menyusun Rancangan usulan sponshorship yang mendukung pendanaan program kerja
  • Menyusun Rancangan usulan kemitraan yang mendukung pendanaan program kerja
  • Menetapkan program sponshorship dan kemitraan dengan pihak swasta
  • Melaksanakan dan mengkoordinasikan kebijakan teknis dalam hal sponshorship dan kemitraan
  • Berkoordinasi dengan BPH, Kabiro dan Kadep dalam pelaksanaan sponshorship dan Kemitraan

Penulis :

Amelia Permata Indah

Staf Ahli Bidang Sponsorship dan Kemitraan

Biro Umum BEM FMIPA UNESA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *