NGOBROLINE #2: Kuliah Daring di Tengah PAndemi COVID-19

Poster Ngobroline #2

Dewasa ini, pandemi covid-19 membuat tatatan di berbagai bidang kehidupan menjadi kacau. Salah satunya di bidang pendidikan. Pandemi ini menimbulkan dampak serius terhadap sistem pendidikan. Banyak masalah yang mulai muncul akibat penerapan lockdown dibeberapa daerah yang mengakibatkan sistem pembelajaran harus diadakan secara daring. Dengan sistem daring ini membuat kebingungan baik Mahasiswa maupun Dosen. Dampak terburuk dari hal ini adalah membuat mahasiswa menjadi malas dan tidak bisa menangkap pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga merasa sangat dirugikan karena adanya pembelajaran daring ini, sedikit banyak telah memotong ilmu yang harusnya telah dipaparkan oleh mahasiswa. Banyak mahasiswa yang juga merasa bahwa banyak dosen yang hanya memberikan tugas saja tanpa pembelajaran sehingga hal tersebut dinilai sangat merugikan mahasiswa.

Berangkat dari hal tersebut, maka Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya berencana mengadakan diskusi online dengan tema “KULIAH DARING DI TENGAH PANDEMI COVID-19” yang diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi mahasiswa kepada dosen terkait kuliah online dan sekaligus menjadi ajang klarifikasi dari para dosen terkait “keluhan” mahasiswa.

Acara yang dimoderatori oleh Singgih Oka Wadhana -Runner Up Mawapres Muda FMIPA Unesa, Putra FMIPA 2019, Staff Departemen Ristek dan Pendidikan BEM FMIPA 2020- dilangsungkan melalui google meet yang diikuti oleh lebih dari 150 orang peserta dan dihadiri oleh seluruh pemateri, diantaranya:

  1. Prof. Dr. Madlazim, M.Si (Dekan FMIPA Unesa)
  2. Dr. Fida Rachmadiarti, M.Kes. (Wakil Dekan I FMIPA UNESA)
  3. Dr. Hj. Masriyah, M.Pd. (Wakil Dekan II FMIPA UNESA)
  4. Dr. Sifak Indana, M.Pd. (Wakil Dekan III FMIPA UNESA)
  5. Dr. Sukarmin, M.Pd. (Ketua Jurusan Kimia)
  6. Dr. Munassir, S.Si., M.Si. (Ketua Jurusan Fisika)
  7. Rooselyna Ekawati, S.Si, M.Sc., Ph.D. (Sekretaris Jurusan Matematika)
  8. Prof. Dr. Erman, M.Pd. (Ketua Jurusan IPA)
  9. Dr. Rinie Pratiwi Puspitawati, M.Si. (Ketua Jurusan Biologi)
  10. Dan beberapa dosen pembimbing lainnya.

Melalui diskusi ini, mahasiswa dapat turut berperan memberi saran dan berdiskusi terhadap dosen terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi. Menurut Prof. Dr. Madlazim, M.Si, Kuliah daring pada semester genap 2019/2020 memang dinilai kurang efektif, dikarenakan kurang adanya kesiapan antara dosen dan mahasiswa dalam menjalani kuliah daring. Mahasiswa dan Dosen mau tidak mau harus bisa dan sanggup dalam menjalani kuliah daring ini. Namun, apabila pandemi covid-19 hingga semester ganjil 2020/2021 belum berakhir, maka akan dilakukakn penataan sistematika kuliah daring sehingga kesiapan dari pihak dosen dan mahasiswa dapat lebih matang. Diharapkan dalam kuliah daring selanjutnya, dosen dan mahasiswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Dosen sebagai fasilitator, dapat memberikan materi dan pengajaran yang sesuai sedangkan mahasiswa juga dapat berperan aktif dalam pembelajaran yang diberikan. Tidak boleh ada lagi alasan belum siap antara dosen dan mahasiswa ya, Arek MIPA!

Dalam menjalani kuliah daring ini, karena kekurangsiapannya mahasiswa dan dosen, banyak sekali kendala-kendala yang dihadapi Arek MIPA, diantaranya beban tugas yang semakin banyak, ada dosen yang hanya memberikan materi namun tidak menjelaskan, ada pula dosen yang kuliahnya out of the clock alias diluar jam normal belajar. Tapi jangan khawatir, buat kalian yang merasa memiliki kendala seperti itu, bisa kok lapor ke Ketua Jurusan kalian! Dengan begitu, kendala perlahan akan bisa dihadapi. Gamau kan kendala itu terus-terusan ada, Arek MIPA

FMIPA terkenal akan praktikumnya, bukan? Lalu, bagaimana untuk penilaian praktikum sendiri di tengah pandemi covid-19 ini?

Nah, untuk hal itu Dr. Sukarmin, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Kimia, Dr. Munassir, S.Si., M.Si. selaku Ketua Jurusan Fisika, Dr. Rinie Pratiwi Puspitawati, M.Si. selaku Ketua Jurusan Biologi dan Prof. Dr. Erman, M.Pd. selaku Ketua Jurusan IPA kompak berpendapat bahwa tidak ada yang bisa menggantikan pengetahuan dan keterampilan psikomotorik Arek MIPA selain dengan menggunakan pengalaman langsung atau praktikum. Namun, tidak menyerah begitu saja dengan keadaan. Untuk menggantikan pengetahuan praktikum, diberikan tugas pengganti praktikum yang dinilai tugas tersebut dapat membantu pengetahuian praktikum mahasiswa.

Dalam diskusi ini juga membahas mengenai praktik-praktik yang harusnya dihadapi oleh Arek MIPA angkatan 2017, antara lain microteaching, KKN, PKL dan PLP. Untuk mata kuliah microteaching, terdapat beberapa dosen pembimbing yang tidak melaksanakan sesuai dengan SE Dekan FMIPA Unesa No. B/15952/UN38.3/TU.00.02/2020 yang menyebabkan kesenjangan kepada beberapa kelompok mahasiswa. Menurut keterangan dari Ibu Sifak Indana, seluruh dosen pembimbing microteaching sebenarnya telah membuat kesepakatan untuk hal tersebut. Namun jika ada dosen yang melanggar, Arek MIPA bisa lapor kok ke Ketua Jurusan atau Bu Fida selaku wakil dekan 2!

Sedangkan untuk pelaksanaan KKN Arek MIPA 2017, sementara dialihkan menjadi relawan covid-19 sampai waktu yang tidak ditentukan. Dan apabila pandemi covid-19 belum berakhir, menurut Bapak Munasir selaku ketua jurusan fisika, PKL direncanakan akan diganti menjadi tugas yang sesuai dengan beban PKL karena sangat tidak memungkinkan jika jadwal PKL harus diganti (diundur).

Sedangkan perihal artikel ilmiah pengganti skripsi, menurut Rooselyna Ekawati, S.Si, M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Jurusan Matematika FMIPA telah memiliki standarisasi penilaian tertentu. Diharapkan mahasiswa dan dosen pembimbing mahasiswa dapat mengikuti standarisasi penilaian artikel ilmiah yang telah diterapkan. Jadi, nggak ada itu gengs yang dibilang kalau lulus tergantung dosen pembimbing. Ada standarnya kok!

Ngomong-ngomong, selain membahas mengenai kuliah daring, diskusi ini juga membahas mengenai dampak keuangan mahasiswa dalam pandemi covid-19 ini, lho! Ternyata, banyak dari Arek MIPA yang terdampak ekonominya karena pandemi ini. Banyak mahasiswa yang ingin untuk UKT nya diturunkan karena dampak tersebut. Namun sayang sekali, FMIPA tidak dapat turun langsung dalam membantu penurunan UKT ini. Namun menurut Ibu Masriyah selaku Wakil Dekan 2 FMIPA Unesa, FMIPA dapat mengusulkan kepada rektorat, meskipun keputusan tetap berada di tangan rektorat. Kita berdoa aja yah, Arek MIPA. Semoga hasil yang didapatkan menguntungkan banyak pihak.

Bagaimana perihal subsidi kuota Unesa?

Subsidi kuota Unesa dilaksanakan sesuai dengan arahan universitas yaitu akan diberikan sebanyak 3 bulan. For your information, uang subsidi kuota ini bersumber dari pemotongan RBA Fakultas senilai hampir 600jt lho, Rek! Kita kawal terus sampai janji ini terlaksana ya, Rek!

Satu hal lagi nih, rencananya kita dapat mengajukan penundaan pembayaran UKT, lho! Woooow kan ya? Tapi mengajukan ya rek bukan otomatis ditunda. Hehe

Terakhir, pantun nih dari admin. Buah buku buah kedondong, tetap semangat dooong!! *apaansi ganyambung. Pokoknya tetap semangat ya, Arek MIPA! Jangan kalah sama keadaan!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *