Kajian UKT

Cara-Cara Menyusun Manajemen Keuangan Bagi Bisnis Anda - Sahabat ...

UKT merupakan uang kuliah tunggal yang biasanya dibayarkan mahasiswa pada awal semester untuk keberlangsungan kuliahnya. Permendikbud No.55 Tahun 2013 pasal 1 ayat 3 menyebutkan “Biaya kuliah tunggal merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri”. Awalnya masalah UKT tidak terlalu banyak di kalangan mahasiswa FMIPA. Namun, karena adanya pandemi corona, mulailah banyak nya timbul masalah pada UKT ini. Maraknya wabah corona ini sangat berpengaruh pada kondisi sosial dan ekonomi saat ini. Untuk kondisi sosial, bisa dilihat banyak nya masyarakat yang menimbun hand sanitizer dan masker demi kepentingan nya sendiri. Sedangkan di negara lain marak terjadi nya penjarahan dimana-mana. Hal ini dikarenakan perekonomian menurun. Banyak para pekerja yang di-PHK/di rumahkan. Sehingga banyak sekali masyarakat kita yang kehilangan pekerjaan.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya penularan virus corona dan merupakan salah satu alasan yang digunakan untuk tindakan social distancing. Selain banyak nya pekerja yang di-PHK, banyak juga usaha-usaha masyarakat baik masyarakat kecil maupun menengah yang mulai sepi pengunjung/pembeli. Belum lagi para pekerja lain yg gaji nya dipotong karena dianggap bekerja yg tidak seoptimal biasanya, dan beberapa PNS yang tunjangan dan THR nya dipotong sampai 50% untuk dialokasikan ke penanganan Covid-19. Dari berbagai macam alasan di atas dapat disimpulkan bahwa banyak dari masyarakat kita yang penghasilannya menurun.

Untuk di semester genap ini saja, banyak dari mahasiswa yang tidak merasakan fasilitas kampus. Sehingga biaya operasional kampus sudah pasti berkurang. Banyak dari mahasiswa yang merasa tidak puas akibat tidak bisa merasakan fasilitas kampus padahal sudah membayar UKT. Hal ini kemudian membuat kampus kami mengambil langkah untuk memberikan bantuan kuota kepada tiap mahasiswa untuk mendukung pembelajaran daring tetap berlangsung. Kampus memberikan bantuan kuota kepada tiap mahasiswa sebesar 10 GB yang rencana nya akan dikirimkan setiap bulan selama pandemi ini. Beberapa dari mahasiswa telah mendapatkan bantuan kuota ini. Akan tetapi, tidak sedikit pula mahasiswa yang belum mendapatkan kuota untuk menunjang pembelajaran daringnya.

Banyak mahasiwa yang tidak puas akan hal ini. Mulai dari masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan kuota, dan kuota yang dirasa masih jauh dari kata cukup karena hanya 10 GB. Sedangkan ketika kuliah sendiri kami menghabiskan banyak kuota karena diharuskan mengikuti perkuliahan dengan menggunakan vinesa, google meet, zoom, teamlink, dan aplikasi lain yang sejenis. Aplikasi itu tidak memakan data yang sedikit. Banyak. Bahkan kalo bisa dibilang, menghabiskan data banyak sekali. Semester depan sudah di depan mata. Akankah pembayaran UKT harus tetap full seperti sedia kala ? Tidak kah lebih bijak jika lebih dipikirkan matang-matang lagi karena adanya bencana pandemi ini ? Banyak orang tua yang penghasilannya menurun, belum lagi yang kehilangan pekerjaan. Semester ini layanan pendidikan yang diberikan oleh kampus berkurang signifikan. Dan masihkah kami tetap dipaksa untuk membayar UKT full di semester depan ?

Semoga kebijakan kampus tidak terus menggerogoti di tengah pandemi dan krisis ekonomi saat ini. Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia ! Panjang Umur Perjuangan !

Salam Cinta, Salam Juang

Karena dengan cinta, kita berjuang

Divisi Kajian Strategis

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *