Hari Bumi

Poster Kegiatan Hari Bumi

Dalam rangka memperingati Hari Bumi dan adanya pandemi covid-19 yang sedang mewabah di berbagai negara, termasuk indonesia. BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam mengadakan Diskusi Ilmiah Hari Bumi. Kegiatan tersebut dilakukan secara online melalui whatsapp group, (22/04). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan juga sekaligus wawasan akan Covid 19 yang saat ini sangat mengkhawatirkan. Selain dari FMIPA para peserta juga diikuti oleh Dosen serta berbagai fakultas diantaranya Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu dan Hukum, Fakultas Seni dan Bahasa, dan juga dari Perguruan Tinggi lainnya seperti Universitas Negeri Gorontalo, Politeknik Negeri Lampung, Poltekkes Kemenkes Surabaya dan sebagainya.

Tema yang diusung adalah “Persepektif Pandemi Covid-19 ditinjau dari Segi Lingkungan”. Tujuan terselengarakannya kegiatan ini untuk menambah pengetahuan mengenai kabar yang telah tersebar, dan juga bisa membedakan antara kabar asli dan kabar hoax.

Pada sesi pembukaan diskusi diawali dengan sambutan yang pertama disampaikan oleh ketua pelaksana yaitu Anissa Fauziah Zain. “Semoga dengan terselenggaranya diskusi online pada hari ini,harapannya kita semakin sadar betapa penting nya untuk menjaga dan merawat bumi tercinta kita ini,” ucap Anissa. Setelah itu sambutan yang kedua oleh Aryoghi Cahyo Nugroho selaku ketua BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dan sambutan yang terakhir disampaikan oleh Dosen Kemahasiswaan Bidang III  FMIPA yakni Dr. Shifak Indana, M.Pd. “Bumi saat ini dalam ancaman eksistensial besar bernama krisis ekologis, ini yang menyebabkan bencana ekologis. Tidak hanya ekologis ternyata, wabah covid 19 ini pun melanda berbagai penjuru dunia, nah pada hari bumi ini saya berharap kepada anak-anakku FMIPA ini mari kita semua CLBK (Cintai Lagi Bumi Kita),” tutur Wakil Dekan FMIPA.

Pada diskusi ini di isi oleh dua pemateri dalam diskusi ini. Pemateri yang pertama disampaikan oleh Erlix Rakhmad Purnama, S.Si.,M.Si. selaku dosen jurusan Biologi FMIPA UNESA. Dalam pemaparannya Erlix berpendapat virus covid 19 adalah virus yang berbahaya dimana virus ini dapat menyerang sistem pernapasan dalam tubuh kita. Persebaran virus covid 19 hingga saat ini semakin hari semakin meningkat maka dari itu kita perlu menjaga asupan gizi dalam tubuh kita. Gejala klinis pasien covid 19 yakni deman sekitar 64 – 98% ; batuk sekitar 43 – 82% ; fatigue sekitar 21 – 70% ; sesak napas sekitar 2 – 59% ; pusing sekitar 6 – 34% ; diare sekitar 2 – 17% ; dan pilek sekitar 2%.

“orang yang terkena virus covid 19, dia akan merasa dikucilkan oleh masyarakat, padahal ini bukan penyakit yang harus dikucilkan. melainkan harus diberi supporting. Ketika dia diberi supporting, dia memiliki motivasi yang baik untuk sembuh, sistem imunnya akan naik. ketika sistem imun itu naik maka proses  penyembuhan itu akan terus membaik,” ujar Erlix.

Sementara untuk pemateri yang kedua, Adi Candra, S.Si.,M.Si. selakubMotivator Lingkungan dan Penyuluh Lingkungan Hidup DKRTH Surabaya, menjelaskan mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh virus covid 19. Salahsatu dampaknya adalah ribuan orang meninggal dunia dan semua orang diperintahkan untuk melakukan sosisal distance serta banyak perusahaan yang tutup karena melakukan sistem lock down.

“ketika ada wabah covid 19 , disatu sisi masyarakat yakni rakyat indonesia sangat terancam, tetapi tuhan selalu memberikan sebuah makna yag tersirat dibalik semua peristiwa. Lingkungan ini bisa memperbaiki dirinya sendiri dengan kondisi yang lebih baik ketika faktor” yang mempengaruhi atau menghambat, seperti faktor polutan dan pencemar itu ditekan dan berhenti seperti kondisi saat ini,” ungkap Candra.

Antusias terlihat dari keaktifian para peserta di whatsapp group. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang ingin bertanya. 

Penulis : Aida

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *